Rabu, 08 Februari 2012

Diposkan oleh Abdul Kholikin

Allah tidak menghendaki orang-orang kafir membunuh ‘Isa AS, melainkan mengangkatnya ke sisi-Nya, dan mengumumkan kabar gembira kepada umat manusia bahwa nabi Isa akan turun ke bumi di Hari Akhir. Al Qur’an memberikan informasi mengenai turunnya ‘Isa AS dalam sejumlah ayat:

Salah satu ayat dikutip dari Alqurán dan Alkitab menyatakan bahwa orang-orang kafir yang merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Isa AS tidak berhasil;

“Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.” (Matius [Matthew] 27:3-4).

… dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. (QS An Nisaa’: 157)

Ayat lain mengatakan bahwa ‘Isa AS tidak meninggal, melainkan diangkat dari lingkungan manusia ke kehadirat Allah.

… tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS An Nisaa’: 158)

Bagaimana mungkin Nabi Isa AS terbunuh atau tersalib, padahal Allah SWT melindungi para rasul Ulul Azmi semuanya? Allah telah menyelamatkan Nabi Nuh (Noah) dari tenggelam, Nabi Ibrahim (Abraham) dari Api, Nabi Musa (Moses) dari Fir’aun, Nabi Isa (Jesus) dari Yahudi dan Nabi Muhammad dari makar kaum musyrikin.

Berbeda dengan Islam yang menolak mentah-mentah MITOS penyaliban Yesus, umat Kristen justru menekankan doktrin penyaliban Yesus untuk menebus dosa manusia. Kematian Yesus di tiang salib harus diimani secara mutlak, sebagai satu-satunya syarat keselamatan kristiani. Tanpa mengimani penyaliban Yesus, batallah iman kristiani seseorang. Karena dalam 12 Pengakuan (Credo/Syahadat) Iman Rasuli, penyaliban Yesus termasuk dalam pengakuan keempat: “Yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati, dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut”. Paulus dalam Bibel membuat rumusan bahwa dengan kematian di tiang salib, Yesus berkorban untuk menyelamatkan.

Pada ayat ke-55 Surat Ali ‘Imran, kita telah mengetahui bahwa Allah akan menempatkan orang-orang yang mengikuti ‘Isa AS di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kebangkitan. Ini sebuah fakta sejarah bahwa ±2000 tahun lalu, ‘Isa dan murid-muridnya tidak mempunyai “kekuasaan politik”, tidak memiliki kepentingan politik, karena ‘Isa bukan seorang Raja (Lord) tetapi hanyalah sebatas seorang nabi rasul Allah sebagai teladan bagi Bani Israel. Orang-orang Kristen yang hidup antara zaman tersebut dan masa sekarang telah meyakini sejumlah ajaran palsu, terutama doktrin Trinitas (mengakui tiga Tuhan dalam satu Tuhan [Father, Son, and Holy Spirit = Bapak, Anak, dan Roh Kudus]), padahal doktrin trinitas itu hanyalah mitos (dongeng) Mesir Kuno kaum Pagan. Oleh karena itu, terbukti bahwa mereka tidak bisa disebut sebagai pengikut Nabi ‘Isa as, karena, Nabi Ísa tidak ada hubungannya dengan Kristen, karenanya, seperti dikatakan di berbagai ayat di dalam Al Qur’an, mereka yang meyakini Trinitas telah tergelincir ke dalam kesesatan. Dalam hal ini, pada waktu sebelum Hari Akhir, para pengikut ‘Isa AS akan mengalahkan orang-orang yang ingkar itu dan memenuhi janji ilahiyah yang termuat di dalam Surat Ali ‘Imran. Yang pasti, kelompok yang diberkati ini akan diketahui ketika ‘Isa AS ketika turun kembali ke bumi.

CATATAN:

Yesus adalah Nabi Isa. Isa adalah keturunan dari Bani Israel (kaum Yahudi) sebagai teladan bagi Bani Israel. Allah SWT menjadikan Isa sebagai rasul (utusan) Allah khusus untuk Bani Israel pada masanya.

Nabi Isa (Jesus) meneruskan hukum taurat nabi Musa (Moses) hanya untuk bani Israel (kaum Yahudi). Kitab Taurat, Zabur dan Injil itu disebut ALKITAB, hanya untuk Bani Israel dan hanya berlaku pada masa itu. Sejak Isa tiada dan sampai masa sekarang ini “Alkitab” itu tidak berlaku lagi. Alkitab itu sudah tidak asli lagi, sebab telah ditulis ulang oleh para pengikutnya yaitu kaum “illuminati”, sebuah organisasi rahasia yang menamakan dirinya illuminati. Alkitab itu banyak kontradiksi didalamnya hingga menyesatkan penganutnya, oleh karena itu Allah SWT mengirim AL-QUR’AN untuk merekonstruksi agama mereka.

Orang mati yg ada ditiang salib itu adalah patung bule/gambar bule, bukan Yesus, bukan Isa. Patung wajah Yesus atau gambar wajah Yesus yang ada di mana-mana itu serupa tetapi tidak sama, karena pada peristiwa ±2000 tahun yg lalu belum ada foto grafer, foto model, atau seniman lukis.

Rencana pembunuhan terhadap Isa oleh bangsa Yahudi pada masa itu telah digagalkan oleh Allah, kemudian Allah menggantinya dari orangnya mereka sendiri yg diserupakan seperti Isa. Sejak masa peristiwa itu dan sampai masa sekarang ini masih menjadi perdebatan dikalangan mereka sendiri, apakah yg di-tiang salip itu benar yesus atau hanya mitos?

Firman Allah: “Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (Al-Qur’an Surah Saba’ [34]:20-21).

Bangsa Yahudi telah diberi nikmat oleh Allah berupa kecerdasan otak berpikir, ilmu pengetahuan tentang keduniaan (sains dan teknologi) tetapi hatinya tertutup, keras hati bagaikan batu. Oleh karena itu mereka dilaknat Allah melalui lisan nabi mereka sendiri, Dawud (David) dan “Isa (Jesus).

Firman Allah: Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Dawud (David) dan Isa (Jesus) putera Maryam (Mary). Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (Al-Qur’an Surah Al Maa’idah [5]:78-79).

Wallahu a’lam bissawwab.
Semoga bermanfaat.


0 komentar:

Poskan Komentar

pesan2

Primbon